Pure Water Care
Apartemen Sentra Timur Tower Hijau Unit H08EB
Jl. Pahlawan Komarudin Raya Sisi Timur Toll Lingkar Luar Pulo Gebang Jakarta Timur
Pembelian WA ke 08121306654,
081219352151
Website: www.purewatercare.com Email: purewatercare@gmail.com
Jam Pelayanan :WFO: Selasa, Rabu,Kamis, Sabtu (Pukul 08.00 s/d 17.00 wib), WFH: Senin, Jumat, Minggu
Maaf, hari senin, jumat, minggu toko WFH, tinggalkan pesan WA ke 0812-130-6654, kami akan melayani di hari selasa, rabu, kamis, sabtu
Madu pahit adalah jenis madu asli dari nektar sari bunga yang pahit
Madu pahit diproduksi oleh lebah madu yang mengonsumsi nektar kuncup bunga pohon-pohon yang berasa pahit, seperti pohon mahoni, kopi, karet, pelawan, paitan, kaliandara. Rasa pahit itu memberikan eksotisme tersendiri karena rasa manisnya tetap ada. Tepatnya, ini adalah madu dengan rasa pahit-pahit manis.
Dosis Madu Kurma Flora
Berikut ini dosis dan campuran madu untuk mengatasi berbagai penyakit:
1. Meningkatkan imunitas terhadap Covid-19 : 1 s/d 2 sendok makan madu + setengah gelas air jahe. Dapat diminum setiap pagi dan sore hari
2. Kencing manis (diabetes): 1 s/d 2 sendok makan madu + setengah gelas air kelapa hijau muda. Dapat diminum 5x seminggu
3. Mengurangi lemak yang tidak berfungsi dan reumatik: 2 s/d 3 sendok makan madu + seperempat gelas air jahe. Dapat diminum 5x seminggu
Manfaat Madu Kurma Flora
Madu Kurma Flora adalah madu asli Sumbawa merupakan madu hutan atau madu alam atau madu liar dan tidak ada campuran apapun
karena merupakan madu asli dari lebah yang menghisap sari bunga dialam/hutan Sumbawa. Secara umum madu kurma flora berkhasiat untuk
vitalitas tubuh dan berguna dalam mengatasi berbagai penyakit Madu Kurma Flora Kemasan 460ml.
pH adalah tingkat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14.
Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sebagai contoh, jus jeruk dan
air aki mempunyai pH antara 0 hingga 7, sedangkan air laut dan cairan pemutih mempunyai sifat basa (yang juga di sebut
sebagai alkaline) dengan nilai pH 7-14. Air murni adalah netral atau mempunyai nilai pH 7.
Di dalam air minum PH meter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman dan kebasa-an.
Keasaman dalam larutan itu dinyatakan sebagai kadar ion hidrogen disingkat dengan [H+], atau sebagai pH yang artinya -log [H+]. Dengan kata lain pH merupakan
ukuran kekuatan suatu asam. pH suatu larutan dapat ditera dengan beberapa cara antara lain dengan jalan menitrasi larutan
dengan asam dengan indikator atau yang lebih teliti lagi dengan pH meter.
Pengukur PH tingkat asam dan basa air minum ini bekerja secara digital, PH air disebut asam bila kurang dari 7,
PH air disebut basa (alkaline) bila lebih dari 7 dan
PH air disebut netral bila ph sama dengan 7. PH air minum ideal menurut standar Departemen Kesehatan RI adalah berkisar antara 6,5 sampai 8,5
Cara kerja alat ini adalah dengan cara mencelupkan kedalam air yang akan diukur (kira-kira kedalaman 5cm) dan secara otomatis alat bekerja mengukur.
Pada saat pertama dicelupkan angka yang ditunjukkan oleh display masih berubah-ubah, tunggulah kira-kira 2 sampai 3 menit sampai angka digital stabil
Untuk pembelian mohon hubungi nomor HP/WA di atas (diheader) atau klik keranjang belanja ini
Sistem pembayaran cash atau via transfer ke salah satu rekening berikut ini:
Nama Bank : Bank Mandiri
Cabang : Perumnas Klender Jaktim
Atas nama : Murdiyanto No. Account : 1660-0000-7749-5
Nama Bank : BCA
Cabang : Menara Bidakara Jaksel
Atas nama : Murdiyanto No. Account : 450-119-8573
Nama Bank : BRI
Cabang : Kalimalang Jaktim
Atas nama : Murdiyanto No. Account : 0997-0102-8965-538
Proses akhir pengolahan pasir kuarsa menjadi gelas dan kaca, yaitu dengan jalan meleburkannya bersama bahan-bahan lain seperti soda dan kapur dalam tungku peleburan.
Sebagai bahan pembentuk gelas kontribusi silica (SiO2) sangat dominan. Unsur lain seperti soda (Na2O) dimanfaatkan dalam proses pencairan, sedangkan kapur (CaO dan MgO) berfungsi seb
Proses akhir pengolahan pasir kuarsa menjadi gelas dan kaca, yaitu dengan jalan meleburkannya bersama bahan-bahan lain seperti soda dan kapur dalam tungku peleburan.
Sebagai bahan pembentuk gelas kontribusi silica (SiO2) sangat dominan. Unsur lain seperti soda (Na2O) dimanfaatkan dalam proses pencairan, sedangkan kapur (CaO dan MgO) berfungsi seb